Tokyo 2020 Olimpic Medals

Panitia penyelenggara perhelatan pertandingan olahraga empat tahunan – Olimpiade Tokyo tahun 2020, hari Rabu (1/2) kemarin mengumumkan bahwa medali untuk para juara di perhelatan tersebut akan menggunakan logam hasil daur ulang dari ponsel pintar lama. Upaya ini merupakan bagian dari agenda Olimpiade, yang mengatakan bahwa sustainability atau keberlanjutan harus menjadi bagian dari semua aspek Olimpiade.

Orang-orang di belakang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 telah menetapkan target yang ambisius untuk medali emas, perak dan perunggu yang akan diberikan kepada atlet yang menang. Mereka berharap untuk mengekstrak delapan ton logam dari peralatan elektronik lama yang akan disempurnakan menjadi dua ton, cukup untuk menghasilkan 5.000 medali yang dibutuhkan untuk kedua Olimpiade dan Paralimpiade.

Panitia berencana untuk membuat 2.400 kotak koleksi yang akan ditempatkan di toko-toko ponsel di seluruh Jepang untuk mengumpulkan perangkat yang dibutuhkan. Para pengguna Gadget di negeri matahari terbit yang memiliki telepon pintar maupun perangkat elektronik lama diharapkan dapat mengumpulkannya. Panitia menyebut bahwa dengan mengumpulkan perangkat elektronik lama, masyarakat Jepang sudah terlibat dalam mensukseskan perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Tokyo memenangkan Olimpiade setelah negara itu mengalami bencana tsunami pada tahun 2011. Tongkat estafet penyelenggaraan diteruskan ke ibukota Jepang dan diumumkan pada penutupan Olimpiade Rio de Janeiro tahun lalu, dengan Perdana Menteri Shinzo Abe yang berpakaian seperti Mario dari seri video game Nintendo untuk menyambut tongkat estafet perhelatan Olahraga empat tahunan Dunia tersebut.