google_chrome_browser

Sebuah masalah ditemukan pada peramban Google Chrome yang berjalan di perangkat dengan OS Microsoft Windows yang berpotensi menjadi kabar buruk bagi Anda. Google Chrome untuk Windows cukup rakus menguras daya pada baterai dan membuat laptop berjalan cukup lambat.

Lalu, kenapa perambahan Chrome membuat baterai laptop cepat habis jika dibandingkan dengan perambahan web lainnya? Masalahnya ada di sistem yang disebut dengan “system clock tick rate”. Ini merupakan sebuah sistem internal yang digunakan Windows, Anda tidak akan mengetahuinya jika Anda tidak mencarinya. Apa yang terjadi di Chrome, sesaat setelah aplikasi dibuka, sistem tersebut akan diset ke 1.000ms. Saat tidak digunakan, harusnya berada pada angka 15.625ms. Angka-angka yang sedikit membingungkan, tapi apa yang terjadi di sini lebih penting daripada angka itu sendiri.

Saat Anda membuka iterasi terbaru peramban web Internet Explorer di Windows 8, system clock tick ada pada nilai 15.625 dan akan mengalami peningkatan saat peramban melakukan sesuatu. Jika Anda membuka YouTube, misalnya, dan memutar video, system clock tick di IE akan meningkatkan menjadi 1.000ms. Ketika Anda menutup tab tersebut, dan melanjutkan dengan browsing normal, sistem akan kembali ke angka 15.625ms. Di Chrome, tingkat system clock tick alami peningkatan sejak peramban dibuka, dan akan bertahan sampai Anda sepenuhnya menutup aplikasi. Kenyataannya, sangat jarang pengguna benar-benar menutup aplikasi peramban meskipun sudah tidak lagi bekerja dengan aplikasi tersebut.

Masalah ini tidak akan Anda temui jika Anda menggunakan peramban Chrome pada perangkat dengan OS Linux atau OS X, karena menggunakan sesuatu yang disebut “timer tickless”. Meskipun Anda melakukan pointing sistem tersebut di Windows, hal ini tetap tidak akan memecahkan masalah, dan kenyataannya tetap bahwa IE dan Firefox tidak menunjukkan masalah ini sama sekali, karena system clock tick akan naik bila diperlukan misalnya untuk memutar media. Microsoft mungkin akan mengatasi masalah ini di masa depan, tapi mereka tidak mungkin terburu-buru ketika pengembang lain mampu mengatasi masalah tersebut.

Lalu apa solusi dari masalah ini? Seperti yang dilansir Forbes (14/7/2014), laporan mengenai masalah ini sudah ada dan sudah dilaporkan ke Google melalui Chromium Bug Tracker sejak tahun 2010, tetapi sekali belum ada update untuk permasalahan ini. Jadi kesimpulannya adalah belum ada solusi mengenai permasalah ini.

Mungkin sebagai pengguna Google Chrome, Anda dapat membantu memberikan laporan masalah ini melalui fitur Bug Tracker yang ada pada peramban. Dan mungkin untuk sementara waktu jika Anda tidak nyaman dengan masalah ini, Anda dapat menggunakan aplikasi peramban web yang lain seperti IE, Firefox, Safari, atau Opera.