Update versi perangkat elektronik tak terkecuali kamera DSLR bisa jadi hadir dalam kurun waktu satu tahunan bahkan kurang. Dan, beberapa fotografer akan memilih untuk meng-upgrade peralatan mereka ke yang terbaru dan terbaik. Ini memunculkan pasar kamera bekas yang sangat banyak. Coba saja tengok beberapa forum terkemuka di Indonesia atau cekportal jual beli barang bekas di Indonesia. Kita dapat dengan mudah menemukan beragam kamera DSLR di sana.

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli kamera DSLR bekas, ada baiknya Anda memahami apa saja yang harus ada perhatikan sebelum membeli kamera DSLR bekas. Berikut adalah beberapa tips dan trik untuk membantu Anda sebelum membeli kamera DSLR bekas incaran Anda.

Cek Shutter Count

Semua kamera DSLR memiliki batasan jumlah Shutter. Shutter Count adalah hitungan berapa kali kamera menjepret gambar dan masih berapa sisa shutter lagi yang bisa digunakan pengguna untuk memotret foto. Setiap produsen akan menyertakan informasi berapa jumlah Shutter untuk setiap model kamera DSLR yang mereka produksi, sehingga kita dapat dengan mudah mencarinya di berbagai mesin pencarian.

Saat hendak membeli, ada baiknya Anda menanyakan terlebih dahulu kepada penjual, berapa Shutter Count kamera DSLR yang akan Anda beli. Atau jika Anda memiliki kesempatan untuk mencoba kamera sebelum membeli, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memeriksa sendiri Shutter Count.

Metode pertama adalah dengan melihat penomoran file foto, yang mungkin menunjukkan berapa banyak jepretan yang telah diambil kamera. Namun, pada beberapa kamera digital SLR, penomoran file foto dapat direset, sehingga hal ini tidak selalu bisa menjadi indikator yang paling akurat.

Metode kedua adalah dengan menggunakan program pihak ketiga, seperti EOSInfo untuk Canon, untuk menemukan jumlah aktuasi. Beberapa EXIF Viewer juga akan menampilkan metadata yang lengkap, yang sering kali berisi jumlah shutter. Sebuah program yang baik untuk menampilkan data EXIF adalah PhotoME.

Sedangkan untuk kamera Nikon dan Petax dapat menggunakan myshuttercount.com degan meng-upload NEF atau DNG file yang dihasilkan oleh kamera untuk mendapatkan jumlah Shutter.

Selain cek jumlah shutter, Anda juga wajib memastikan apakah ada masalah dengan shutter saat kamera digunakan untuk memotret. Coba lakukan pengambilan gambar berulang-ulang dan pastikan tidak ada suara berderit atau suara aneh dari shutter.

Cek Sensor Kamera

DSLR Camera Sensor

Cara yang baik untuk memeriksa masalah sensor adalah demgan memotret ke subjek yang terang (seperti langit) atau dinding putih dengan cahaya yang memadai dan lensa diset ke aperture minimum, misal f/22. Amati gambar yang dihasilkan pada komputer atau layar dengan perbesaran (zoom) akan menunjukkan jika ada masalah yang jelas seperti debu yang perlu penanganan lebih lanjut.

Dead or hot pixel pada sensor juga dapat diidentifikasi dengan menggunakan metode yang kami sebutkan di atas, meskipun Anda mungkin juga bisa memotret subjek benar-benar gelap (seperti mengambil foto dengan tutup lensa terpasang) untuk membandingkan dengan gambar yang cerah untuk keperluan verifikasi.

Direkomendasikan juga untuk memeriksa sensor secara fisik dengan mengangkat mirror release. Hal ini biasanya dilakukan melalui pilihan pengaturan dari dalam sistem menu kamera. Periksa sensor dan cari apakah ada noda atau debu.

Cek Mirror Box untuk masalah serupa. Debu biasanya dapat dibersihkan dari sensor, tapi goresan atau lecet akan jadi masalah yang jauh lebih serius. Dan biasanya, penanganan debu yang tidak benar juga dapat mengakibatkan goresan dan lecet.

Cek Kondisi Lensa

DSLR Lens

Pada kamera DSLR kelas menengah, Anda mungkin menemukan bahwa penjual akan menyertakan lensa kit bersama dengan bodi kamera. Periksa elemen depan dan belakang untuk masalah terlihat seperti goresan. Jika lensa memiliki aperture ring manual, pastikan gerakan halus dan blade di dalam lensa bekerja seperti yang diharapkan. Jika memungkinkan, pasang satu atau dua filter dengan diameter yang sama pada lensa, dan kencangkan itu ke tempatnya untuk memastikan masih normal.

Salah satu masalah utama yang mengganggu lensa bekas adalah jamur. Hal ini mempengaruhi permukaan lensa, dan jika cukup buruk, bisa merusak lensa. Tanyakan kepada penjual di mana peralatan telah disimpan; jika penjual menyimpan kamera dalam tas untuk jangka waktu lama, kami sarankan untuk berpaling dan mencari penjual lain. Menaruh kamaera di dalam tas untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan munculnya jamur pada lensa.

Cek fisik lensa juga wajib Anda lakukan. Apakah ada penyok atau apapun yang menunjukkan bahwa lensa mungkin pernah jatuh. Lensa harus bergerak dengan lancar dan tidak ada satu gal yang menghambatnya saat Anda ingin memasang atau mencabut dari kamera. Pastikan untuk memasang lensa ke body kamera dan pastikan motor Auto Fokus bekerja pada berbagai rentang perbesaran (zoom).

Periksa Layar Kamera

DSLR Screen

Layar LCD kamera adalah tempat di mana Anda akan berinteraksi dengan foto pada kamera.

Pastikan untuk memeriksa layar LCD lebih teiti. Hal-hal utama yang harus dicari adalah dead pixel, yang dapat dengan jelas dilihat ketika ada gambar dengan satu warna pada layar, dan apakah ada yang retak di lapisan plastik. Dead pixel pada LCD Anda tidak akan mempengaruhi gambar akhir dengan cara apapun, hanya muncul pada layar itu sendiri.

Perubahan warna atau penyimpangan di layar juga menandakan bahwa kamera telah bekerja keras atau sesuatu yang mungkin harus diganti.

Anda juga harus memperhatikan lebih seksama viewfinder. Periksa apakah ada goresan terlihat atau bintik-bintik debu, seperti biasanya, ini bisa Anda lakukan jika Anda bisa memegang dan mencoba langsung kamera. Cara yang baik untuk memeriksa apakah viewfinder kamera rusak adalah dengan mengintip melalui viewfinder tanpa lensa dipasang di kamera, dan dihadapkan ke sumber cahaya yang cukup terang. Tentu saja, yang terbaik untuk melakukan hal ini adalah di ruangan yang terkendali di mana tak banyak debu berterbangan.

Cek apakah ada keausan pada kamera

DSLR Tear

Ingin membeli kamera di forum jual beli Kaskus atau portal jual beli barang bekas? Pastikan untuk memeriksa foto untuk menghindari cacat dan keausan.

Tergantung pada kamera yang nanti akan Anda beli, mungkin tidak ada salahnya meminta penjual untuk menunjukkan beberapa foto sampel yang pernah diambil dengan kamera yang Anda beli. Ini bukan untuk melihat seberapa baik keterampilan fotografi mereka, tetapi untuk menentukan kondisi di mana kamera itu digunakan. Misalnya, jika Anda melihat banyak pantai atau jepretan bernuansa basah, itu menunjukkan bahwa kamera sering bergulat dengan air dan pasir atau sering digunakan di lingkungan yang lembab.

Indikator lain dari penggunaan yang berat adalah pada tombol Shutter. Silahkan cek apakah masih normal saat ditekan atau sudah mulai muncul tanda-tanda keausan, atau ada lapisan lain dalam komonen tersebut. Cara sederhana dan cukup ampuh apakah tombol shutter sudah mulai aus adalah dengan melihat penampakan tombol tersebut. Jika tampak lebih mengkilap dari warna seharusnya, ini mungkin merupakan tanda bahwa kamera telah melewati beberapa masa sulit.

Tali dan penutup lensa , yang mungkin telah ada sejak kamera dibeli pertama kali, juga dapat menunjukkan tanda-tanda penggunaan berat.

JIka memungkinkan, mungkin Anda bisa memeriksa kondisi mount pada lensa. Kesulitan dalam memasang lensa atau mencabut bisa berarti mount lensa bermasalah. Periksa pin dan pastikan bahwa lensa terkuncu dengan benar.

Periksa kelengkapan

DSLR Add-ons Box

Ini adalah bonus jika penjual menyimpan semua dokumentasi dan kotak dalam kondisi yang wajar, tetapi periksa bahwa kelengkapan penting disertakan. Hal-hal seperti pengisi daya baterai (charger), lensa dan penutupnya, dan kabel interface untuk menghubungkan kamera ke komputer Anda adalah kelengkapan penting yang harus Anda dapatkan saat membeli kamera DSLR bekas.

Kadang-kadang, penjual akan memberikan bonus aksesoris seperti filter lensa, card reader, baterai ekstra, atau kartu memori. Atau bahkan ada penjual yang menjual kamera DSLR batangan, tanpa kelengkapan.

Pastikan Garansi Kamera

Garansi adalah satu hal yang penting sebagai pertimbangan untuk membeli kamera DSLR. Selain menjamin apabila ada masalah dengan kamera, waktu garansi juga dapat digunakan sebagai acuan berapa umur kamera yang Anda beli