Masalah yang terjadi pada jaringan Indosat Rabu (2/4/2014) malam hingga Kamis (3/4/2014) ternyata menjadi masalah yang cuup serius karena muncul kabar yang menyebutkan bahwa penyebab masalah tersebut karena “Pembajakan.” Indosat diduga melakukan “pembajakan” terhadap 400 ribu prefix Internet Global. Sehingga terjadi perubahan routing menuju jaringan yang dibajak tersebut mengarah ke jaringan Indosat. Akibatnya, jaringan Indosat over load dan mengakibatkan gangguan ke konsumen.

Menanggapi kabar ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam press rilis yang kami terima sore ini mengatakan bahwa masalah di jaringan Indosat bukanlah aksi pembajakan.

“Kejadian yang terjadi di Indosat ini merupakan human error dan bukan hal yang disengaja serta tidak ada hubungannya dengan ulah teroris atau pihak asing tapi murni karena human error,” ungkap Ketua Bidang Sekuriti Jaringan APJII Irvan Nasrun. Artinya kemungkinan kesalahan routing bisa saja terjadi.

Irvan juga menjelaskan, bahwa kejadian ini terdeteksi oleh aplikasi monitoring bgp/boarder gateway protocol, bgpmon pada sekitar pukul 01.00 Kamis (3/4/2014) dini hari, yang berbuntut terjadinya kekacauan Internet Global di banyak negara. Dari hasil yang terdeksi oleh bgpmon, negara yang terpengaruh adalah Thailand, Amerika, Australia, Polandia, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara lainnya. Sedang perusahaan telekomunikasi dan internet di negara lain yang kena imbasnya adalah Telstra, AT&T, Hutchison, BTN, NTT Jepang, KDDI, Singtel, Level3, CableOne, dan Akamai.

Capture monitoring bgpmonsaat terjadi kekacaun *klik untuk perbesar gambar

Menurut Irvan, kejadian yang dialami oleh Indosat ini merupakan hal yang sering terjadi di Internet Global, berdasarkan hasil pantauan bgpmon kejadian ini berlangsung setiap hari, bahkan minggu lalu terjadi hal yang sama di Turki dimana operator telekomunikasi “membajak” alamat IP milik DNS Sever Google, dan OpenDNS yang berakibat query DNS kearah DNS server mengalami kekacauan.

Kasus yang sama juga terjadi di Indonesia pada bulan November 2012, terjadi kesalahan konfigurasi yang dilakukan oleh enginer salah satu operator telekomunikasi di Indonesia yang menyebabkan Google tumbang selama 30 menit.

“Dengan kejadian ini otomatis terjadi pembelokan traffic, hal ini menyebabkan Jaringan Indosat lumpuh karena dibanjiri trafik dan seluruh ISP yang menggunakan Indosat bermasalah. Baik itu jaringan Internet maupun seluler,” tegas Irvan.

Dari pantauan yang kami lakukan, sejak sore tadi jaringan Indosat sudah kembali pulih. Kami dan beberapa teman yang menggunakan layanan dari Indosat sudah dapat menggunakan layanan seperti sediakala. Jika masih terjadi masalah, boleh jadi itu adalah hal wajar, karena mungkin disebabkan perbaikan jaringan yang dilakukan secara bertahap.