Google Glass Surabaya

Google Glass, kaca mata super canggih besutan Google yang sudah diperkenalkan sejak 2012 lalu memang tak pernah kehilangan wibawanya untuk membuat orang-orang takjub. Bagaimana tidak, Google Glass memiliki kemampuan untuk menampilkan informasi serta fungsi layaknya smartphone dan dapat dikendalikan melalui perintah suara. Meski demikian Google Glass tidak diproduksi secara masal, hanya beberapa kalangan saja yang dapat menikmatinya.

Beruntung menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Timur yang memiliki kesempatan untuk menjajal kehebatan Google Glass, STMIK STIKOM Surabaya menggelar seminar untuk memperkenalkan Google Glass. Hal ini memang bukan karena sebuah kebetulan, pasalnya perguruan yang telah bergerak di bidang teknologi sejak 31 tahun ini memang sering terlibat dalam berbagai kegiatan Google, ditambah lagi salah satu mahasiswinya, Yoe One Ariestya Niovitta, merupakan Google Student Ambassador (GSA).

Seminar yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni ini mengusung tema “Google Technology Innovation: More Than a Voice Command” dengan pembicara Daniel Oscar Baskoro, GSA dan Google Glass Explorer. Dalam acara yang diselenggarakan pada Jumat, 21 Maret 2014 lalu, Oscar memperkenalkan berbagai fitur yang dapat diperoleh dari penggunaan Google Glass, diantaranya adalah mengambil gambar dan merekam hanya dengan perintah suara, menggunakan GPS, mengirimkan pesan melalui perintah suara, melakukan panggilan dengan perintah suara, dan browsing dengan perintah suara. Keseluruhan perintah suara yang digunakan selalu diawali dengan kalimat “Ok Glass” dan dilanjutkan dengan perintah lain berikutnya. Contoh, pengguna ingin mengambil gambar dengan perintah, “Ok glass, take a picture”. Tak hanya menggunakan perintah suara, untuk fitur ini pengguna dapat menggunakan kedipan mata untuk dapat mengambil gambar.

Dalam seminar yang di mulai pukul 9.00 ini, Oscar memersilakan beberapa peserta untuk dapat mencoba Google Glass, salah satunya adalah Ketua STMIK STIKOM Surabaya, Prof. Dr. Budi Jatmiko, M.Pd. Menggunakan Google Glass sangat menyenangkan, tapi untuk pengalaman pertama mencoba Google Glass memang terasa berbeda karena pengguna mendapat satu pandangan layar di pojok kanan atas, yaitu layar Google Glass, ungkap beliau sesaat setelah mencoba kacamata pintar milik Google tersebut. Google Glass ini rencananya juga akan diperkenalkan ke beberapa perguruan tinggi di Surabaya, yaitu ITS dan iSTTS.